Kamis, 19 Oktober 2017


 

PEKAN BIASA XXVIII
St. Paulus dari Salib; St. Petrus dari Alkantara

Bacaan I : Rm 3:21-30
Mazmur : Mzm 130:1b-2. 3-4. 5-6ab
Bacaan Injil : Luk 11:47-54

Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Renungan :

Dalam Injil hari ini, Yesus mencela para Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena mereka menguasai dan memahami aneka aturan dan tatanan hidup bersama, namun mereka tidak melaksanakannya, sebaliknya ketika umat atau masyarakat mau melaksanakannya mereka menambahkan berbagai aturan yang sangat memberatkan. Maka dengan keras, Yesus menegor dan mengingatkan mereka, sehingga mereka berusaha menangkap-Nya. Kita diajak untuk meneladan Yesus dengan hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan atau Penyelenggaraan Ilahi, walaupun akan menghadapi aneka tantangan dan hambatan.

Pada masa ini rasanya cukup banyak orang yang telah dikuasai oleh aneka produk teknologi, seperti alat-alat komunikasi dan sarana-prasarana lainnya, sehingga ketika alat-alat atau sarana-prasarana tersebut rusak atau terganggu menjadi stress atau frustrasi. Dengan kata lain cukup banyak orang telah berbakti kepada “berhala-berhala modern”, harta benda atau uang. Dengan dan melalui harta benda atau uang berusaha mengahalang-halangi penegak dan pejuang kebenaran, keadilan dan kejujuran. Dengan atau melalui uang berusaha membelokkan kebenaran-kebenaran hukum maupun fakta. Celakalah mereka yang berusaha melakukan manipulasi atau korupsi; dalam hidup sehari-hari merasa diri tidak aman dan senantiasa berusaha mengamankan diri dengan berbagai bentuk, entah manusia atau harta benda, sehingga mereka lebih percaya pada pengamanan oleh manusia dan harta benda atau uang daripada Tuhan atau Penyelenggaraan Ilahi.

Sabda Yesus hari ini baik untuk menjadi bahan refleksi atau permenungan bagi siapapun yang bersikap mental Farisi atau munafik. Hendaknya aneka macam keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang kita ketahui juga kita hayati atau laksanakan dalam hidup kita sehari-hari.

“Dalam kesatuan antara kata dan tindakan atau perilaku kita akan semakin disegani oleh orang lain”.

Post a Comment