Senin, 2 Oktober 2017


PEKAN BIASA XXVI
Para Malaikat Pelindung


Bacaan I : Za 8: 1-8             
Mazmur : Mzm 102: 16-18.19-21.29.22-13     
Bacaan Injil : Mat 18:1-5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.


Renungan :

Syarat bagi murid yang mau menjadi yang terbesar adalah: harus mengalami pertobatan sejati. Pertobatan sejati adalah syarat utama untuk memasuki Kerajaan Surga. Tanpa pertobatan seseorang tidak mampu mengerti kebenaran Ilahi; harus bersedia merendahkan diri. Merendahkan diri guna memberitakan Injil hendaknya dijadikan dasar pelayanan. Artinya, menanggalkan prinsip “Siapa kamu? Siapa aku?”

Yesus berkata: “sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga”. Yesus mengajak kita untuk bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Bertobat berarti berani melepaskan baju lama yang dilumuri oleh dosa; berani meninggalkan cara hidup kita yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan dengan rendah hati, siap sedia dengan jiwa besar dan rela berkorban untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam situasi atau kondisi apapun, sebagaimana seorang anak kecil yang siap sedia diperlakukan apapun oleh orangtuanya. Anak kecil menjadi simbol kepolosan dan kejujuran. Anak kecil merupakan pribadi lemah yang hanya mengandalkan dan senantiasa berlindung kepada orangtuanya.

Hari ini Yesus mengajak kita untuk mulai menyadari kelemahan manusiawi kita dan berpasrah penuh pada penyelenggaraan Allah. Kita diajak untuk menghidupi hidup yang polos dan jujur dihadapan Allah dan sesama. Dan kita patut bersyukur karena Allah tidak membiarkan kita berjuang sendirian di dunia ini. Allah menganugerahkan kita seorang malaikat yang selalu menuntun, melindungi dan menjaga kita. Gereja mengajak kita untuk mensyukuri  kehadiran para Malaikat Pelindung. Maka marilah sebagai umat beriman di dalam hidup sehari-hari dimanapun dan kapanpun kita hidup dan bertindak dijiwai oleh kejujuran dan kerendahan hati.

“Orang besar adalah pribadi yang rela menjadi kecil dan tajam melihat arti dari hal-hal kecil”.
Sumber by Renungan Harian Cahaya Sabda 2017
OldestNewer

Post a Comment